Jumat, 27 Mei 2011

Carut Marut Olahraga dalam Negeri

Kisruh di tubuh PSSI kian menggila dan membuat mual para pecinta sepakbola Indonesia.
Bagaimana tidak??Setelah runtuhnya rezim NH dan NB, kini PSSI dikotori oleh macam orang yang haus akan kekuasaan seperti AP dan GT. Memuakkan! Itulah kata tepat untuk kondisi sepakbola pada saat ini. Kita tunggu ke depannya, apakah Asosiasi Sepakbola Indonesia alias PSSI akan dijatuhi hukuman oleh FIFA atau tidak? Tentunya kita berharap jangan sampai PSSI dibekukan oleh induk organisasi sepakbola internasional alias FIFA. Dan bila secara terpaksa PSSI telah resmi di bekukan, kita semua sebagai bangsa Indonesia wajib mengantisipasi segala kemungkinan terburuk.
Seperti pembunuhan massal skill para bibit-bibit muda meskipun secara halus dan juga adanya kompetisi yang mati.



Sementara kisruh di PSSI belum menemui titik balik kita beralih ke salah satu bidang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang. BULUTANGKIS alias Badminton. Olahraga ini begitu populer di tahun 70 an hingga awal milenium. Begitu banyak prestasi dan penghargaan yang diraih putra-putri bangsa dari cabang olah raga tersebut. Hingga muncul nama-nama emas seperti Liem Swie King, Rudy Hartono, Susi Susanti dan masih banyak lagi. Tapi entah kenapa dalam kurun waktu 10 tahun ini, bulutangkis seperti mati. Prestasi menurun diimbangi oleh minat masyarakat yang semakin rendah. Sungguh Ironi! Para generasi muda pun mulai melupakan para legenda emas bulutangkis dari negeri ini, Lalu apa yang mereka tahu? Justru CR7, Kaka, Messi yang notabene mereka adalah orang yang berada nan jauh di sana.



Memang popularitas saat ini dipegang oleh sepakbola. Tapi haruskah kita melupakan saat di mana salah satu cabang olahraga mengharumkan negeri? Ketika sepakbola sedang mencari jalan keluar, bulutangkis masih berusaha merintis kembali kejayaan. PSSI membingungkan, dan PBSI mulai dilupakan.

Jika memang PSSI akan dibekukan, lantas apa yang harus kita lakukan? Dan jika PBSI mulai dilupakan lantas apa langkah terbaik untuk mengubah pandangan tersebut? Itu semua tergantung dari diri kita masing-masing dan juga seluruh rakyat Negeri Ku Tercinta. Tetaplah semangat Indonesia Ku, Apapun yang terjadi kau tetap negeri Ku!

4 komentar:

  1. itulah indonesia suka ngelupain jasa-jasa pahlawan yang telah mengharumkan nama bangsa

    BalasHapus
  2. hah...*mengelus dada ...

    BalasHapus
  3. bentrok terus
    kapan majunya gan

    BalasHapus
  4. @warsito:bener kang,,bangsa ini kurang menghargai jasa pahlawan
    @i-one:hehe,,
    @obatsakit:ane juga bingung bang,,ribut melulu,,g jadi olahraga tp malah berantem!

    BalasHapus

komentar merupakan tindakan yang terpuji...
Jadi komentarlah dimari..