Rabu, 22 Juni 2011

Peringatan akan Hambarnya Reformasi

Peringatan akan hambarnya reformasi mungkin di telinga kita tidak terlalu menarik untuk didengar. Secara penulisan mungkin hanya sebuah kata yang digabung menjadi sebuah kalimat. Tapi kita di sini mencoba berbicara tentang masalah arti.
Kita semua tahu, saat ini sudah terlalu banyak kasus yang sedang menghantam negeri, menghujat tanah air dan meluluhlantakkan bumi pertiwi. Semua kasus tersebut telah berpaling dari apa arti reformasi sesungguhnya. Reformasi hanya menjadi sebuah peristiwa sesaat tanpa tujuan yang panjang. Belasan tahun tanpa hasil yang patut dibanggakan, lalu apa arti reformasi?
Kita mulai dari hal sepele. Peringatan hari-hari bersejarah di era reformasi terasa begitu hambar. Sesuai dengan perkembangan zaman. Seolah-olah mengisyaratkan bahwa kita lupa akan bangsa yang penuh perjuangan saat dijajah. Hari peringatan Kemerdekaan Negara terasa sepi. Pemuda-pemudi lebih mementingkan gadget yang mereka pegang dibanding berdiri selama 2 jam di tanah lapang untuk menghormat bendera. Peringatan 100 tahun hari kebangkitan pun terasa seperti peringatan akan hal-hal yang berbau politik. Digunakan oleh segelintir orang untuk ajang promosi. Kita bisa memperkirakan bahwa hal-hal tersebut akan bertahan selama beberapa minggu saja. Peringatan justru terasa meriah di saat era-era sebelum jaman reformasi. Lalu apa arti Reformasi?
Kasus-kasus yang terjadi selalu saja berlalu begitu saja. Seolah tak ada upaya dari pemerintah untuk menyelesaikannya. Reformasi tidak mengurangi kasus, tapi justru memperbanyak masalah. Banyak mahasiswa memperingatkan akan harus adanya sebuah perubahan. Namun hal itu tidak digubris dan tidak ditanggapi oleh pihak-pihak yang terkait. Hanya dianggap sebagai suara jangkrik di kala malam sunyi. Reformasi sudah berjalan lama tapi tetap pendapat dan aspirasi masyarakat hanya diacuhkan oleh pemerintah. Lalu apa arti Reformasi?
Reformasi, entah apa arti kata tersebut. Tapi yang kita tahu, banyak hal yang terjadi. Kemiskian meningkat, pejabat semakin kaya, negara terancam bangkrut, krisis moral merajalela, bahan pokok mahal, bantuan berhenti di kantong yang salah, penyakit datang silih berganti, bencana hadir tiada henti. Lalu apa arti reformasi?
Mungkin judul "Peringatan akan hambarnya Reformasi" untuk artikel ini kurang tepat dan isinya kurang terkait. Tapi hal ini hanya untuk mengingatkan kita semua bahwa kita semua Indonesia. Marilah kita bangun negeri di atas kepentingan pribadi dan selalu mengingat-ingat akan zaman kita berjuang, zaman dimana kita jaya, dan zaman dimana kita sejahtera agar kita mampu menciptakan Indonesia jaya.

16 komentar:

  1. Saya sudah membaca artikel sahabat
    Dan sudah langsung saya catat
    Terima kasih atas partisipasi anda yang hebat
    Dari Surabaya saya kirim salam hangat

    BalasHapus
  2. meski sudah reformasi tapi pelaksanaan belum nampak nyata gan

    BalasHapus
  3. Hanya sebuah wacana sob, kalau di Indonesia. Secara ritual, reformasi sangat2 gencar. Tapi pada prakteknya, nihil abis >.<

    BalasHapus
  4. Yoai...di jaman reformasi ini...korupsinya berjamaah.....trs banyak sekali mafia-mafia politik yang berkomplot...jd sangat sulit utk diurai siapa pelakunya?

    BalasHapus
  5. mungkin ini yang dinamakan reformasi setengah hati,
    salam

    BalasHapus
  6. reformasi yang kebablasan menurut saya. Kunjungan perdana sob salam kenal

    BalasHapus
  7. reformasi serasa tiada artinya gan

    BalasHapus
  8. @pakdhe:ok pakdhe,
    @obat sakit:hanya sedikit perubahan kang,
    @iam:pemerintah hanya pandai bicara

    BalasHapus
  9. @nia:kpk terlihat tak berkutik
    @thanjawa arif:mungkin hanya seperempat gan
    @bikinhoki:he'em betul banget,terlalu kebablasan!lam nal balik
    @obat sakit:serasa tanpa arti kang,,

    BalasHapus
  10. Kalau begitu, kita harus mempraktekannya dari hal-hal kecil dulu... baru hal-hal besar... :D

    BalasHapus
  11. mari membangun Indonesia lebih baik

    BalasHapus
  12. Bener banget. Pandai bicara. Jatuhnya malah NATO (No action, talk only) -__-

    BalasHapus
  13. namanya doank reformasi, gak ada niat para pemimpin untuk membangun negeri ini

    BalasHapus
  14. wah century aja dah ngilang, belom penjualan saham krakatau yg terang2an ngerampok BUMN negara sama asing, dan jelas2 pemerintah lagi yg ngasih alur

    negara isinya ngibul semua

    BalasHapus
  15. @ahong:bener sob,sedikit2 lama2 jadi bukit!
    @athayaya:mari sobat,,kita bangun negeri ini,

    BalasHapus
  16. @iam:hehe,,ya seperti itulah,,bingung ane ama pemerintahan sekarang
    @bippi:he'em gan,reformasi seolah hanya sebuah wacana
    @uchi:terlalu banyak kasus gan,dan selalu saja macet di tengah jalan

    BalasHapus

Silahkan koreksi melalui kolom komentar. Terima Kasih